• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

Hari Pertama Dari Catatan Estafet Nebula Kita.

Baik, aku memikirkan banyak hal, sebenarnya tidak juga terlalu banyak, tapi aku tidak begitu mengrti mengapa semua itu rasanya semakin lama semakin tidak bisa disingkiran dari pikiran.
Pertama, aku memikirkan skripsi. Aku mengira ini agak gila, maksudku, aku tidak begitu teratur merencanakannya. Aku harus mengerjakannya dalam waktu satu bulan. Dan sekarang sudah lewat sembilan hari pertama dari bulan ini. Tidakkah ini mengagumkan? Kedua, aku memikirkan penerbitan novelku. Aku merasa benar-benar harus berhasil dalam hal ini, bahkan terkadang ada tekanan yang lebih kuat untuk menyukseskan novel ini dari pada si skripsi, ha ha ha ha. Kau boleh ikut tertawa, karena aku juga menrtawakan keputusan itu. Ketiga, aku memikirkan untuk memberikan yang terbaik buat lembaga di mana aku kini mengajar. Agak menjengkelkan membayangkan bagaimana mereka yang kuajar tidak mendapat apa-apa dari semua yang kuusahakan. Mungkin aku kurang bagus in this field. Selanjutnya, yang kupikirkan adalah gabungan dari beberapa hal yang menumpuk menjadi satu seperti adonan kue bolu yang hancur lebur dan menunggu untuk dikukus atau dioven. Aku merasa bisa melakukan banyak hal, hanya saja don’t know why there’s no any single great thing I’ve done successfully have been completed. Kecuali beberapa, berapa. Terlalu sedikit.
Sekarang coba kita simak bersama, dengan so many thoughts running over my head, sometimes—I mean many times, I’m talking with my self. Hello boy? How are you today? Seems gonna be another great day right? Not yet, buddy. May you’ll consider I’m a bit crazy if someday, unexpectedly, you caught me talking with my own self. Just keep it buddy. Our secret, right.
Well, I got many-many things to tell you. Now, I’m trying to remember any single thing about it, to tell you, to let you know what’s going on in my head. I guess you’ll like the idea knowing me more, won’t it?
Aku terus menulis, salah satu way out I always take when I got something to say. You know, writing is just the same with berbicara dengan lisan kita pada everyone. While we’re writing, our tongue is tangan kita. Tangan kita menyampaikan tiap hal yang ingin our heart wants to diucapkan. Both tangan and tongue, sama-sama deliver message in a genius way. Tidakkah ini mengagumkan bagimu, bagaimana bisa garis-garis, symbols, and punctuation make all the people who read know what is sedang berlarian dalam our pemikiran?
Orang bilang, kadang aku tana sadar berbicara in two languages sekaligus. Is it bisa dipercaya? Gila, of course tidak. Bagaimana mungkin ican speak in two languages in one time? It is very immungkin! Menurut mereka, tanpa sadar aku akan menyelipkan English words into my kalimat, bagaimana bisa itu terjadi? I’m not yet seorang professor. Tapi tak perlu diperdebatkan, kita lihat saja apa sebenarnya yang kulakukan. Sebagaimana I have said before, writing is as same with speaking, jika aku speak dalam two bahasa sekaligus, tentu saja aku will write in dua bahasa sekaligus, kan? Nah, apakah you melihat itu happens to may tulisan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: