• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

VERRUSMAXIPHELUS

Kita sering mendengar tentang penyakit-penyakit berbahaya dan mematikan di bumi ini, baik yang disebabkan oleh bakteri, kuman atau virus. Kita juga telah banyak melihat kematian oleh karena penyakit-penyakit tertentu; kita ingat pada pes, malaria, ebola, cacar, HIV-AIDS, atau lainnya. Tapi, satu hal yang tidak pernah kita ketahui, bahwa mungkin sekali kita akan mati karena salah satu penyakit ganas yang ada di bumi ini.
Seperti bakteri ini, verrusmaxiphelus, yang bersarang di jantung dan paru-paruku. Siapa yang menduga jika aku memiliki bakteri yang pertamakali di temukan di Trinidad pada 1935 ini? Bakteri paling mematikan yang pernah ada; karena dia tidak menunjukkan isarat-isarat kematian pada inangnya. Bakteri bersel tunggal ini meracuni paru-paru dan jantung yang sehat. Dia, hebatnya, hanya membuat pengidapnya batuk berdahak saja, tidak beda dengan batuk flu pada umumnya. Karena itu, banyak yang tidak menyadari bahwa seseorang sedang menuju maut.
Jantung dan paru-paru dilemahkan secara keseluruhan. Ketika semua sel dan jaringannya telah terinveksi, seperti tentara, bakteri ini menyerang serentak dan si pengidapnya pun mati mendadak. Tanpa wasiat. Tanpa tanda. Tanpa selamat tinggal. Tidak aneh jika tiba-tiba seorang profesor yang berdedikasi tinggi meninggal begitu saja di depan mahasiswanya karena bakteri ini. Atau seorang pilot yang sedang terbang solo, tiba-tiba menukik dari ketinggian dan hancur meledak di daratan. Bukan kecelakaan, bukan bunuh diri, bukan kerusakan mesin pada salah satu sayapnya, tapi verrusmaxiphelus.
Ketika tiba serangan mendadaknya, dia mematikan semua otot paru-paru, sehingga tidak ada lagi pemompaan udara. Ini lebih dari sekedar sesak nafas, tapi si penderita seakan terlempar ke suatu ruang hampa udara di angkasa luar sana. Benar-benar tidak ada oksigen yang masuk. Lalu, dia memengkeretkan dua bilik jantung kita, kanan dan kiri. Menghentikan detak konstannya selama ini dengan serentak. Tubuh seketika dingin, tidak ada lagi sirkulasi darah. Si penderita tidak lagi bisa berbuat apa-apa, kecuali diam mematung. Menyaksikan dunia yang makin samar, kelabu, hitam, sirna…

meski usia penemuannya sudah mendekati satu abad, tapi seperti juga AIDS, bakteri ini belum ditemukan penangkalnya, penyakit ini tak terobati. Tak satupun dokter atau pakar mikrobiologi manap[un yang mampu mengatasi kanibalisme verrusmaxiphelus. Jangankan menemukan obatnya, membayangkan menemukan serumnya saja belum ada yang bisa; mungkin juga tidak ada yang bisa. Masalahnya karena, sebenarnya, tidak ada yang namanya bakteri verrusmaxiphelus di planet bumi ini. Tidak pernah ditemukan bakteri seperti itu semenjak penemuan mikroskop yang pertama sampai hari ini. Jadi, maaf sekali para pembaca, anda tahukan tulisanku ini tentang apa?

Verrusmaxiphelus. 18-12-’08

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: