• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

SOKO

Kita tak berhenti, selayaknya tak punya alasan untuk itu. Terus menempuh jalan panjang tak terperi. Dan pada suatu waktu, di saat segala rindu mengeras batu, kita ingin berpaling, menemui seseorang yang tak mesti dikunjungi.

Di Soko, matahari terbit dari Selatan. Dan fajar lebih lama dari malam, juga lebih lama dari siang. Sepanjang waktu sehabis matahari terbenam, fajar selalu mengambang di langit sebelah selatan.
Nyala api dari empat pipa pembakaran Pertamina membuat halusinasi fajar terbit, dari langit Selatan. Di kejauhan, bayangan api meliuk-liuk di atap-atap rumah, di pucuk-pucuk pohonan, di puncak-puncak antena televisi. Bayangan api mengacau balaukan malam, dan mencekamnya.
Dilihat dari tempat-tempat yang jauh, sinar terang kuning tua itu mengingatkan orang pada kebakaran besar yang memakan ratusan dan ribuan nyawa manusia. Dan yang lebih membuat sakit jiwa, adalah fajar di Soko yang selalu lebih lama dari malam, dan mengambang di langit sebelah Selatan, gambaran api di atap rumah, pucuk pohonan, dan puncak antena televisi.
07-09-’08

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: