• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

Palestine

Tak henti, kau bisa simak sendiri, bagaimana rumah-rumah diluluh lantakkan.
Apa kau kira itu rumah-rumah iblis yang lari dari amuk Tuhan?
Tidak. Itu rumah-rumah yang lima kali sehari diselimuti do’a
Tiap tengah malam dikipas sayap malaikat
Tak putus, kau bisa hitung sendiri, bagaimana nyawa manusia susul-menyusul
Dibinasakan
Apa kau kira itu mereka para kriminal yang kabur dari tahanan?
Tidak. Itu orang-orang tak berdosa yang dibantai oleh para penghamba dosa
Seakan telinga telah membatu untuk tangis pilu
Seakan air mata telah kering untuk tubuh yang hancur
Seakan tangan telah putus untuk mengulur
Seakan kaki telah patah untuk diayun
Mengapa hanya diam kita?
Apakah mereka, muslim palestina, buka saudara kita?
Atau jangan-jangan tidak kita anggap manusia?
Mengapa hanya diam kita?
Kemana tangan kita yang biasanya memukul?
Hilangkah kaki-kaki kita yang biasa menerjang?
Ambil lekaslah,
Revolver di laci dan di bawah bantal,
Kita masih sanggup lari bukan? Antara desing peluru
Dan batu yang terbang bersalipan.

Revolver kita masih mungkin untuk menyalak kawan
04-01-09

Advertisements

2 Responses

  1. g coment bnyak,korban palestina 921 jiwa,di antrxa 277 anak tewas(13 Januari 2009)ckup skian & trmakash

  2. CUKUP 2 KATA SOLUSI PROBLEM PALESTINA : KHILAFAH & JIHAD.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: