• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

MALAM GERIMIS

Di bawah cahaya lampu pinggir jalan, aku bisa melihat titik air yang berjatuhan dari langit. Berkilau. Seperti butir-butir cahaya yang berguguran dari hamparan beludru hitam. Terasa dingin menetes di wajahku.
Penjual nasi goreng duduk mematung. Gerobaknya sepi dan dingin. Pembeli terakhir beberapa jam yang lalu. Dia menatap jalan hitam panjang kosong di depannya. Suami istri melintas berjalan berdempetan, di bawah payung merah tak seberapa lebar. Tiga bocah lelaki berkejaran, di bawah gerimis, mengejar bayang-bayang yang tak kelihatan. Wanita penjaga konter termangu menatap ponselnya, menunggu prianya menelpon tapi sudah seminggu lebih raib entah kemana.

Malam ini, gerimis merinai lagi. Dentingnya mengalir di helai daun-daun dan atap-atap rumah kelabu. Aku berjalan seorang diri. Memikirkan kini, memikirkan nanti, memikirkan pikiran ini…
17-12-’08

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: