• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

  • temukan di toko buku

    klik untuk menelusur

  • klik untuk mendownload

DARI KUNCI HARI KIAMAT SAMPAI SERATUS TAHUN KESUNYIAN

 

Aku baru saja menamatkan novel The Doomsday Key, karya James Rollins dan pindah membaca Seratus Tahun Kesunyian-nya Gabriel Garcia Marquez. Keduanya sungguh buku menakjubkan yang membuka pikiranku pada banyak hal baru mengenai penulisan. Dan itu sangat membantu untuk menyelesaikan novel yang sedang kukerjakan saat ini. Bahkan, dari membaca Marquez tersebut aku akhirnya mendapatkan bukti tentang pemikiran yang selama ini kupercayai sendiri: bahwa seorang penulis memiliki otoritas penuh untuk mengeksplorasi imajinasi dan kreatifitasnya dalam menghidupkan cerita yang ditulisnya sampai melampaui batas-batas mustahil dan unreal yang dipercaya masyarakat pada umumnya. Ya, Seratus Tahun Kesunyian benar-benar kisah yang luar biasa dari keberaniannya untuk meramu fantasi dengan kaitannya terhadap realita. Kisah sekumpulan manusia dan sebuah kota yang keberadaannya dimulai dari terror hantu kepada sang pemimpin utama jauh di tanah kelahirannya. Sementara Kunci Hari Kiamat memberiku pemahaman utuh bahwa untuk membuat pembaca tertakik dan tak pergi dari halaman buku yang dibaca penulis harus membuat ceritanya cepat dan tangkas dengan tidak melepas bagian-bagian menegangkan dalam perunutan kisahnya. Taruh selalu pada tiap halamannya kabar mengejutkan atau aksi menantang maut dan potong ceritamu di bagian yang membuat penasaran dengan beralih menceritakan lain adegan. Jika kau punya tiga adegan berbeda di lain tempat, gilirlah menceritakannya dengan berhenti di bagian yang paling membuat penasaran sebelum pindah ke lain adegan.

 

Rollins menggertak pembacanya sedari halaman pertama dengan membeberkan fakta-fakta—yang dia klaim benar—mengerikan guna mendukung konflik cerita. Catatan sejarah mengenai titah Raja Inggris, Raja William, pada abad ke 11 untuk membuat catatan menyeluruh mengenai kekayan kerajaannya, tapi mereka justru mendapatkan buku yang menyimpan rahasia kehancuran dunia. Dan pada abad berikutnya, seorang santo dari Irlandia bernama Mael Maedoc (dikenal dengan nama Santo Malachy), membuat ramalannya tentang akhir dunia dan membuat daftar 112 Paus yang akan berkuasa seelah dia meninggal. Semua ramalan tentang paus-nya itu terbukti benar; sebagai contoh, Paus yang sekarang berkuasa, Paus Benediktus XVI, disebut dalam ramalan tersebut sebagai De Gloria Olivae (Keagungan Pohon Zaitun), pada faktanya, sang paus menggunakan pohon zaitun sebagai lambang kepausannya. Ditambah dengan laporan ilmiah bahwa lebah madu di Amerika dan Eropa menghilang secara misterius, tanpa adanya lebah madu proses penyerbukan akan terganggu, itu artinya buah-buahan akan berkurang jumlahnya—jumlah yang luar biasa banyaknya sehingga cukup untuk menggoyang kestabilan pangan. Tidak cukup dengan itu, Rollins menambahkan pula dengan kutipan-kutipan perkataan orang terkenal yang mengisyaraktan segera datangnya hari penghabisan dunia. Berbeda dengan novel thriller tersebut, Seratus Tahun Kesunyian dibuka dengan kisah kunjungan kaum gipsi ke Macondo, sebuah kota baru di tengah hutan Amerika Selatan yang dibangun oleh sebelas keluarga muda—dan merekalah makhluk fana perama di dunia yang menyaksikan tempat tersebut dari puncak gunung berkabut. Kaum gipsi tersebut menampilkan segala macam keajaiban yang menakjubkan sampai-samai berhasil merebut kehidupan Jose Arcadio Beundia, lelaki yang memimpin perjalanan panjang sebelas keluarga dan yang menentukan berdirinya kota Macondo berdasarkan mimpi aneh yang dia dapatkan. Kemudian, Garcia Marquez pun bergerak maju mundur dengan kelincahan imajinasi tak terbayangkan. Mulai dari hantu sampai penemuan menakjubkan. Mulai dari kegiatan alkemis sampai seni music. Dengan bayang-bayang kronologis Perang Saudara Amerika antara kubu konservatif dan liberal.

 

Walau keduanya bukan buku baru dan aku pun mendapatkanya sebagai buku bekas, tapi kekuatannya benar-benar menakjubkan sampai-sampai aku mendapatkan lagi gairah besarku untuk merampungkan novel yang rencananya akan kuikutkan dalam sayembara novel Dewan Kesenian Jakarta. Penceritaan yang disajikan oleh ke dua penulis berbeda generasi dan genre itu telah membantuku menghancurkan hambatan batu di kepalaku. Writer’s block itu pun runtuh layaknya bangunan kota Mohenjo Daro yang berantakan di bawah telapak kaki perputaran masa. Aku melompat dan berbahagia. Aku bisa menulis lagi dengan gegap gempita dan terang benderang.

 

Maka aku memutuskan untuk menulis cepat. Tidak terjebak dalam penggambaran boros terhadap detail yang bisa kusimpan untuk lain halaman dan tidak berlama-lama memeram konflik yang kurencanakan. Bahkan, aku berencana untuk menabur percik ketegangan pada tiap dua atau tiga halaman—kalau tidak bisa untuk tiap halaman. Disamping itu, aku juga akan membebaskan kepalaku dengan sebebas-bebasnya. Aku akan terbang. Aku akan lepas kendali. Aku akan melepas borgol imajnasi yang tanpa sadar telah kupasang ditombol menulisku dan akan kubiarkan segala hal yang bisa membuat pembaca terlonjak untuk tumpah pada tiap paragrafnya. Aku tahu ini tidak semudah merencanakannya, tapi setidaknya aku sudah tahu apa yang benar-benar ingin kulakukan dan itu akan membantuku dalam merampungakan novelku. Aku mensyukurinya.

 

Terakhir, teman-teman, yang bisa kukatakan pada kalian semua adalah, jika kau ingin menulis sebuah cerita, bergegaslah tapi jangan tergesa-gesa, dan bebaskanlah semua rantai pengikat yang membuatmu berhenti pada suatu kalimat hanya karena disibukkan dengan pikiran apakah ceritamu itu benar atau tidak benar. Bagiku, ketika seornag penulis menuangkan imajinasinya di kertas—atau di layar monitor jika kau menulisnya langsung di komputer, maka saat itu semua yang tidak nyata mengenai khayalan tersebut telah bertransformasi menjadi sesuatu yang bisa kita raba dan kita rasakan: menjadi nyata.

 

31/05/2012

About these ads

7 Responses

  1. Novel konspirasi yang bener-bener mengkonspirasikan diri anda…
    coba juga akhiy, novel yang ditulis oleh Lynn Sholes & Joe Moore, mulai yang The Grail Conspiracy, tahun 2010 lalu yang menceritakan tentang penemuan Cawan Suci Perjamuan Terakhir dari Yesus, Hingga yang terbaru, The Last Secret.. mirip dengan novel konspirasi Milik Dan Brown. tapi penceritaannya sangat-sangat berani dan benar-benar membuat panas keyakinan tertentu.. misal saja, yang the Grail Conspiracy, Kedatangan Mesias kedua, adalah dengan cara Kloning.. Hmmm… Bukan berbau SARA jika kita menanggapinya dengan akal sehat..
    kunjung balik ke blog sederhana ana akh.. hehehehe

  2. tambahaaannnnnnnn…. baru sadar saia, saia adalah pengunjung yang ke 228.111…. waaaaaaaaaaaa……. 11 adalah nomer paporait saia.. asik-asik….

  3. wooooaaaaa! itukebetulan yang sangat hebat! betapa takdir membawamu ke sini pada urutan ke 228.111 untuk memeberimu kesempatan bersenang2 dengan angka kesenanganmu! selamat datang, sobat.

    eh, tentang buku2 yg kau sebut itu, gimana kalau kita slaing meminjamkan? aku paketkan bukuku padamu kaupaket padaku. setelah satu bulan, kita kembalikan. gimana?

  4. okelah akh.. insya Allah, sabtu ini saia akan berangkat ke jenu, di tempatnya mas taufiq. nanti akan saia titipkan ke salah satu tersangka disana. yang ada di rumah yang the grail conspiracy. yang lain udah sold out termasuk nibiru dan ksatria atlantis yang sudah hampir setahun ndak pulang-pulang.. hahaha.. ataukah ada opsi lain?? xixixixi..

  5. bukunya dah nyampe belum, akh? aku belum sempat baca yang grail comspiracy, hehehehe

  6. Bukunya pasti berat… wong baca review ini aja mesti pelan-pelan :D

    • hahahaha, bener mbak, buerat kalo di tumpuk, lha wong masing-masing tebalnya diatas 400 halaman, hehehehe!
      kalao terasa berat, ini karena yang nulis tanpa sengaja suka yg berat2 mbak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 26 other followers

%d bloggers like this: