Apakah yang begitu berarti dalam hidupmu? Kau mulai merenungkannya. Kau mulai mencoba mendapatkan jawaban sebenarnya. Kau mulai berhitung. Satu persatu, kau sebut dalam benakmu segala hal yang kau duga memiliki arti dalam hidupmu. Tapi kau kecewa, karena segelanya menolak. Segalanya telah bersekongkol untuk membuatmu tercenung dan diam tanpa kata. Membisu oleh ekecewaan yang menyumpal tenggorokanmu. Kau gemetar, kau merinding, mengetahui semua yang kau anggap berarti bagimu ternyata menolak untuk menjadi bagian penting hidupmu.
Ini malam yang tak biasanya. Malam ini berbeda. Benar kau saksikan rembulan bertengger di langit tua, tapi, aduhai alangkah hambarnya, alangkah hampa, alangkah kosong semua itu. Rembulan baru saja berpaling muka. Kau mencoba menjelaskan beberapa hal tapi akhirnya kau tahu kau sama sekali tak berhak untuk menentukan kemana arah dia harus mengalir. Di bawah awan kelabu yang merayap bisu, kau tahu, kau tahu jika ternyata kau adalah sesuatu dan rembulan itu adalah sesuatu yang lain lagi. Kau terdiam dan berkaca-kaca.
Malam itu, kau menangis saat mangajukan pertanyaan tentang apa yang benar-benar berarti dalam hidupmu
04-11-09/dini hari, dalam sepi yang sempurna
Filed under: ehon, think about!
kesedihan memang ada, tapi tidak boleh kita kekalkan! ah, anggota aurora kok sedih, semangat dongk!
jika kita berpikir sedih, maka kita benar2 sedih, seyogyanya kitalah yang mengendalikan suasana apapun. bila kita sedih carilah kegembiraan, bila kita gembira carilah rasa syukur, bila kira bersyukur carilah kebaikan-kebaikan bila kita telah berbuat baik kesedihan jarang menerpa kita tul kan?
kalau mimpi liat gunung bersinar apaan tuh………..gan