Posted on February 22, 2009 by arulchandrana
Sekolah : SMK PGRI 02 TUBAN
Mata pelajaran : BAHASA INGGRIS
Kelas/Semester : XI/4 Genap
Standar kompetensi : Membaca
Memahami makna dan menemukan main idea teks functional berbentuk monolog.
Berbicara
Menggunakan ekspresi meminta dan memberi saran serta nasehat
Kompetensi dasar :2.2.6 Memahami dan menggunakan ekspresi meminta dan memberi saran serta nasehat
Filed under: 2005 C | Leave a Comment »
Posted on February 22, 2009 by arulchandrana
Copyright 2009
michealheart. com
A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive
Filed under: think about! | Leave a Comment »
Posted on February 21, 2009 by arulchandrana
Do you know that the word crap which means to defecate, derived from a man’s name? Do you know who installed toiled for Queen Victoria? Do you know who invented water closet? And when was it? Well, this is an amazing paper about a disgusting matter.
Filed under: think about! | Leave a Comment »
Posted on February 9, 2009 by arulchandrana
Kata Pengantar
Di sini anda akan menemukan kosa kata Bahasa Bawean-Kumalasa baik yang klasik maupun yang modern.
Mengapa saya menggunakan istilah Bahasa Bawean-Kumalasa untuk menyebut kamus ini? Tidakkah Bahasa Bawean hanya ada satu jenis saja? Jawabannya, karena Bahasa Bawean sendiri memiliki keragaman yang menakjubkan dengan segala keterbatasan kosa kata yang dimilikinya. Pulau Bawean terdiri dari banyak desa [...]
Filed under: kamus bahasa bawean | 1 Comment »
Posted on February 7, 2009 by arulchandrana
Ombak lembut bulan Mei merambat-rambat tenang. Membasahi pasir pantai berwarna kelabu. Pasir pantai ini begitu lembut. Dingin. Rapuh dipijak, nyaman bagi siapapun yang berjalan di atasnya. Dan desah angin mengisik daun-daun kelapa meremangkan bulu ketakjuban di sekujur badan. Aduhai, alangkah indah nan damai. Betapa Tuhan mencipta ini semua. Pantai Labbhuan.
Filed under: sastra | Leave a Comment »
Posted on February 7, 2009 by arulchandrana
pagi itu, mungkin dua puluh atau dua puluh lima tahun yang lalu, aku melihat Ibu menangis di sebelah batang singkong. Pak Tua tidak pulang. Sudah tiga hari dan belum pulang. Aku tahu Ibu menangis, tapi dia pura-pura asyik memberi makan Sumiah yang pincang, Bonggres, Si Bulu Macan, dan beberapa Anjing lainnya. Dan saat itu, aku [...]
Filed under: sastra | 2 Comments »
Posted on February 3, 2009 by arulchandrana
Lihatlah, begitu banyak burung yang terbang.Jatuh dada berlubang. Angin yang berhenti. Teredam desing,gelegar dan aroma mesiu.Dan debu.
Asap yang kelabu.
Tanah merah berterbangan
Helm baja timbul tenggelam
Sangkur yang copot
Senapan yang dingin di tangan Kita mengintai. Kita semua.
Kita semua diintai.
Filed under: sastra | Leave a Comment »
Posted on February 3, 2009 by arulchandrana
“Tales that we often hear and trust, sometimes are symbol of hidden truths”
Konon, dahulu kala hiduplah seorang perempuan sebatang kara. Suaminya telah meninggal bertahun-tahun lewat, sementara dia belum punya anak. Perempuan tersebut dikenal sebagai dukun yang telah kesohor kehebatannya. Ilmu gaib yang dimilikinya sah sangat tinggi, bahkan tak ada seorangpun yang bisa menyamai kesaktiannya [...]
Filed under: sastra | Leave a Comment »
Posted on February 3, 2009 by arulchandrana
Lecturer:
Tri Budhi Sastrio
By:
CATUR AMRULLAH
2005 C
ENGLISH DEPARTMENT
FACULTY OF TEACHER TRAINING AND EDUCATION
UNIVERSITAS PGRI RONGGOLAWE TUBAN
2009
Preface
Studying literature deeply is a unique enjoyment which is uneasy to be explained, since the [...]
Filed under: 2005 C, Uncategorized | 1 Comment »